13 September 2012

BUDI DAYA TANAMAN UBI KAYU

Oleh :
Denny Kusuma SE,SH
Ir. Dani Dalimunthe SH
Ir. Rudi Irwanto Damanik SE
Di dukung oleh :
Dinas kesehatan Pangan provinsi Sumatra Utara
Usaha medan.com
Lintang mas argo
Paralim group


A. POTENSI USAHA
a). Tepung Tapioka
     Tepung tapioka di buat dari ubi kayu yang telah kering, kemudia di haluskan. Ubi kayu yang di gunakan harus baik dan sudah tua, sehingga tepung yang di hasilkan juga baik. Ubi kayu yang berumur 6 bulan kadar airnya masih sangat tinggi sehingga zat tepung nya hanya sedikit. Tepung tapioka di pakai sebagai bahan membuat makanan. Saat ini tepung tapioka termasuk barang yang paling di cari nomor 2 setelah tepung gandum. Sekitar 60% pasar belum bisa di penuhi oleh produsen tepung tapioka,
b). Gaplek
     Seperti kita ketahui ubi kayumerupakan komoditi makanan pokok ke 2 setelah padi/beras di Indonesia. Selain itu, permintaan gaplek untuk luar Negri sangat tinggi.
Data perdagangan yang di rilis oleh kantor Bea dan Cukai RRT memperlihatkan bahwan import gaplek 
(HS 01741020) oleh RRT sejak tahun 2006 berkisar di atas $600.000.000.00 pada tahun 2008 berkaitan dengan krisis keuangan Dunia impor gaplek RRT sempat menurun hingga $398.000.000.00, namun dari bulan januari-september 2009 kembali di atas $600.000.000.00, Thailand, Vietnam dan Indonesia merupakan 3 Negara utama pemasok gaplek untuk RRT. Namun eksport gaplek Thailand rata-rata di atas $400.000.000.00 dan Vietnam rata-rata di atas $100.000.000.00 tiap tahunnya
c). Bioethanol
     Salah satu untunk mengatasi ketergantungan bahan bakar minyak adalah pemanfaatan bahan bakar nabati(biofuel) diantaranya adalah pemanfaatan bioethanol sebagai campuran premium (premium mix E10) untuk transportasi. Bioethanol dari ubi kayu yang di butuhkan untuk premium mix E10 sekitar 1.370.000 kl atau setara dengan 9.800.000 ton ubi kayu segar, Produksi ubi kayu nasional pada tahun 2005 sekitar 19.5000.000 ton, sedangkan permintaan untuk pangan, pakan, dan indutri (termasuk bioethanol) sekitar 24.800.000 ton. 
Dengan demikian, sasaran pengembangan ubi kayu adalah peningkatan produksi sekitar 27% secara bertahap, termasuk peningkatan nilai tambah ekonomi sekitar 10% per tahun, dan pendapatan petani 
on farm 15% per tahun. Upaya peningkatan produksi tersebut di lakukan melalui 2 aspek, yaitu aspek biofisik dan sosial ekonomi, aspek biofisik yang di maksud adalah berkaitan dengan sumber daya tanaman dan lahan.Yang berkaitan dengan sumber daya tanaman meliputi produktivitas, fleksibilitas, umur panen, dan usaha tani, efisiensi yang tinggi  dalam penggunaan air, lahan dan energi, dan sistem integrasi dengan ternak. Adapun yang meliputi sumber daya lahan ialah luas areal untuk peningkatan produksi secara intensifikasi dan ekstensifikasi masing-masing seluas 1.200.000 ha dan 6.800.000 ha.Penigkatan produksi melalui aspek sosial ekonomi di lalukan berdasarkan indikator faktor budi daya yang telah di kenal petani, ubi kayu sebagai pangan pokok, dan biaya produksi yang relatif murah.
Hambatan pengembangan ubi kayu yang berkaitan dengan aspek boifisik adalah umur ubi kayu panjang, ubi cepat rusak dan memakan ruang (bulky), lahan suboptimal dan peka erosi. Hambatan yang berkaitan dengan aspek sosial ekomoni meliputi pemilikan lahan sempit, modal dan tenaga kerja produktif terbatas, biaya transportasi hasil mahal, rantai pemasaran hasil mahal dan harga ubi kayu berfluktuasi.
Peluang pengembangan ubi kayu sebagai bahan baku bioethanol cukup tinggi, terlihat dari minat investor tiunggi, dan peluang peninggkatan produksi cukup tinggi. Selain itu juga permintaan pasar Regional dan Nasional tinggi, serta potensi yang tinggi sebagai komoditi ekspor
kata kunci : potensi, hambatan, peluang,industri bioethanol
d). Tepung Mokaf( Modification cassava Flafor)
     Besarnya minat dan permintaan tepung Mokaf sebagai subsidi tepung terigu saat ini membuka peluang untuk para pekebun untuk mengembangkan dan memproduksi ubi kayu.
hal ini sebabkan karena harga yang lebih murah dan kualitas yang sama sehingga mengurangi biaya produksi di bidang industri makanan yang mendorong lajunya permintaan dari para pelaku indurtri makanan pengguna terigu.
    Ubi kayu yang juga di kenal sebagai ketela pohon atau umbi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbi nya di kenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Potensi agribisnis ubi kayu juga sangat menggiurkan tidak kalah dengan komoditas perkebunan lainnya.
Memiliki nama latin Utilissima.merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis ubi kayu yang di tanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi ubi kayu tidak tahan di simpan meskipun di simpan di lemari pendingin. Gejala kerusakan di tandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam siamida yang bersifat racun bagi manusia. Umbi ubi kayu merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun ubi kayu karena mengandung asam amino metionin.
Ubi kayu sangat mudah untuk di perbanyak, cara yang lazim di gunakan adalah perbanyakan dengan cara setek batang dari batang panenan sebelum nya, stek yang baik adalah di ambil dari batang bagian tengah tanaman agar matanya tidak terlalu tua maupun tidak terlalu muda(yg sedang-sedang saya). Batang yang baik berdiamter 2-3cm, pemotongan batang stek dapat di lakukan dengan menggunakan pisau atau sabit yang tajam dan steril, jangan menggukan gergaji untuk memotngnya, karena gesekan gergaji akan menimbulkan panas yang akan merusak pangkal dari batang. Potongan batang untuk stek yang baik adalah 3-4 ruas mata atau 15-20cm,bagian bawah dari batang di potong miring dengan maksud untuk menambah dam pemperluas daerah perakaran.
Produksi ubi kayu dalam 1ha umumnya hanya mencapai 30-50ton/ha/panen. Namun dengan menggukan BUSSI(Bibit Ubi Sambung Super Intensive) produktifitas akan meningkat tajam hingga mencapai 150ton/ha/panen dan sudah terbukti dengan penerapan teknis agronomis yang standart produksi sehingga  hasil yang di peroleh sangat memuaskan.


B. SYARAT PERTUMBUHAN
a). Iklim
  1. Curah hujan yang sesuai dengan tanaman ubi kayu antara 1.500-2500mm/tahun.
  2.  Suhu udara minimal dari tumbuh nya ketela pohon sekitar 10 derajat C. Bila suhunya di bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga tidak sempurna.
  3. Kelembaban optimal untuk tanaman ketela pohon antara 60-65%
  4. Sinar matahari yang di butuhkan bagi tanaman ketela pohon sekitar 10jam/hari terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya.
b). Media Tanam
  1. Tanah yang sesuai untuk tanaman ubi kayu adalah tanah yang berstuktur remah,gembur tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik. Tanah yang berstruk remah mempunyai tata udara yang baik, tanah harus subur dan kaya bahan organik baik unsur makro maupun mikronya.
  2. Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ubi kayu adalah jenis aluvial lotosol, podsolok merah kuning, Mediteran, grumosol, dan andosol.
  3. Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai dengan budi daya tanaman ubi kayu berkisar 4,5-8,0 dengan pH ideal 5,8.Pada umumnya tanah di Indonesia ber pH rendah(asam) yaitu berkisar antara 4,0-5,5 sehingga di katakan cukup netral untuk tanaman ubi kayu.
c). Ketinggian Tempat
     Ketinggial tempat yang baik dan ideal untuk tanaman ubi kayu antara 10-700mdpl, sedangkan toleransinya antara 10-1.500mdpl. Jenis ubi kayu tertentu dapat di tanam pada ketinggian tertentu untuk dapat tumbuh optimal.


C. PENGOLAHAN TANAH
    Gemburkan tanah dengan cara di bajak menggukana traktor kemudian buat begengan tunggal (bokoran) dengan ukuran 1,5mx1,5m dengan tinggi bedengan 30-40cm dan panjang di sesuaikan dengan panjang lahan, kemudian di gulut. Jika tanah memungkinkan untuk tidak di bedeng juga tidak masalah, yang penting kondisinya gembur.
 Dari pengalaman banyak pekebun dan petani ubi kayu di sebutkan bahwa lahan tanaman ubi kayu akan dapat berproduksi secara optimal jika lahan yang ada terbuka dan tidak terlindung dengan pepohonan yang lain, karen dengan lahan terbuka sinar matahari akan terpenuhi kebutuhan dalam proses pertumbuhan ubi kayu.


D) PEMBERIAN PUPUK ORGANIK
   Setelah bedengan tunggal atau guludan barisan tanaman sudan di persiapkan, tepat di atas guludan yang di poncong taburkan pupuk organik di titik penanaman stek ubi kayu sebanyak 2Kg/titik tanam atau dengan menempatkan pupuk tersebut di tempat yg cocok. Setelah selesai menempatkan pupuk prganik, lakukan penyiraman dengan pupuk organik cair sebanyak 80-100ml dengan menggunakan gembor.


E) PENYIAPAN BIBIT DAN PENANAMAN 
a). Penyediaan Bibit
 Bibit dapat di persiakan sendiri ataupun langsung membeli dengan kami secara langsung. Jika ingin memesan bibit segera di lakukan karena pemesan akan menunggu sesuai dengan daftar pembeli yang ada, untuk menyiapkan/memesan bibit ini di butuhkan waktu sekitar 3-4pekan, Kecuali jika persediaan bibit masi tersedia. untuk tanda pesan bibit, pembeli harus membayar DP sebesar 40% dari jumlah harga pembelian dan jika pesanan sudah tersedia maka kami akan menghubungi pembeli kembali.
Menyediakan bibit ubi kayu sambung memerlukan keterampilan khusus dan untuk mendapatkan bibit ubi kayu sambung secara mudah dapat di pesan di usahamedan.com dengan harga terjangkau.
Sebagai gambaran harga bibit sambung siap tanam adalah berdasarkan harga ubi di pabrik(saat pesanan bibit) jika harga ubi di pabrik Rp.800.-/Kg maka harga bibit sambung siap tanam adalah senilai 2-3Kg ubi yaitu Rp.1.500.-s/d Rp.2.500.-/batang. dan saat ini di terapkan harga bibit di tingkat konsumen langsung Rp.2.500.-/batang. 
(PUSAT PEMBIBITAN UMBI DAN BUAH KAMI Di. Pasar VI Helvetia, Jalan Persatuan
HELVETIA - DELI SERDANG)
a). Persyaratan Bibit
Bibit yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. Ubi kayu berasal dari tanaman induk yang cukup tua(10-12 bulan)
  2. Ubi kayu harus dengan pertumbuhannya yang normal, sehat serta seragam.
  3. Batangnya telah berkayu dan berdiameter kurang lebih 2,5cm lurus.
  4. belum tumbuh tunas-tunas baru.
b). Penyiapan Bibit.  
Penyiapan bibit meliputi hal-hal berikut
  1. Bibit berupa sambung batang
  2. Bibit yang di sambung di ambil dari batang induk adalah bagian bawah sampai tengah.
  3. Bibit terpilih di siapkan berjumlah antara 25-50 batang dalam 1 ikatan
  4. Semua ikatan bibit yang di siapkan akan di angkut ke lokasi penanaman
c). Penanaman Bibit Sambung BUSSI-01
  Bibit BUSSI-01 yang telah di siapakan di tanamkan dengan kedalaman 3-5 cm tepat pada tumpukan pupuk organik yang telah di siram denga PPC dengan menggunakan tali agar barisan yang terbentuk lurus dan enak di pandang mata(asooooooy)
Penanaman akan baik saat kondisi tanah masih mengandung banyak air. Penanaman akan lebih baik jika pada awal ataupun akhir musim penghujan, namun jangan sampai lahan yang ada tergenang air.

d). Penyulaman Tanaman Mati
    Tanaman yang mati perlu di lakukan penyulaman dengan menggunakan bibit yang di persiapkan lebih dan selalu di tanam rapat di bagian pinggir tanaman yang memeang di persiapkan untuk itu. 2 pekan setelah tanaman mulai tumbuh tunas, di lakukan pengecekan terhadap tanaman yang mati dan segera di lakukan penylaman.


 F. PEMBUBUNAN DAN PENGENDALIAN RUMPUT
     Pengendalian rumput atau gulma di usahakan bersamaan dengan proses perlakuan pembeubunan tanaman setelah pemupukan di lakukan, namun jika tidak mampu melakukan pembubuan secara manual akan di persiapkan anti rumput yg paten dari usahamedan.com atau banyak juga jenis racun yang beredar di pasaran(silahkan di pilih-pilih)


G. PEMUPUKAN
Pupuk yang di perlukan juga di siapka oleh usaha medan.com, atau bisa juga dengan menggunakan pupuk NPK yang harganya terjangkau. Di samping pupuk padat,pupuk cair baik untuk pertumbuhan vegetatif(di bawah 5 bulan) dan untuk pertumbuhan genetatif(di atas 5 bulan). Adapun cara dan aplikasi pupuk yang di terapkan adalah sebagai berikut:

























H. PEMANGKASAN CABANG TUNAS
a). Pemangkasan cabang/tunas lain
Pembuangan cabang/tunas lain pada tanaman ubi kayu sambung ini mutlak di lakukan. Tunas ataupun cabang-cabang yang tumbuh di luar cabang yang di inginkan di harapkan akan mampu membentuk tanaman ubi kayu yang di harapkan. Pemangkasan tunas-tunas yang keluar dari selain tunas yang di harapkan di lakukan setiap sbulan sekali, namun biasanya hanya dua bulan pertama membutuhkan perhatian, setelah itu sudah tidak ada tumbuh lagi tunas-tunas yang tidak di harapkan. Hanya cabang utama dari proses bibit sambungan yang di harapkan akan terus berkembang, sehingga batang akan menjadi tumbuh dan kokoh untuk membentuk batang sesuai dengan yang di harapkan.
b). Pemangkasan bentuk/ketinggian
 Namun setelah proses penyambungan, maka batang untuk tunas atas yang di hidupkan hanya satu, walaupun nantinya akan di pelihara tiga cabang payung yang tumbuh dari batang atas. Pemotongan di lakukan dengan mengusahakan ketinggian yang sama, bisa juga dengan menggunakan tali yang di ikat pada ujung ke ujung sebagai pedoman ketinggian. Guna pemangkasan ketinggian ini di harapkan tanaman ubi kayu yang ada akan tumbuh seragam dengan ketinggian yang relatif sama.






I. PENGENDALIAN AIR
   Ketersediaan air untuk menjaga pertumbuhan tanaman ubi kayu menjadi penting, jika lahan kondisinya kering maka pemberian air di perlukan. Namun jika air berlebih, maka perlu di kendalikan dengan cara mengalirkan air pada saluran pembuangan. Air yang menggenang akan menjadi kan umbi yang sudah terbentuk menjadi busuk dan jika kekurangan air maka umbi juga akan lambat berkembang.


J. PERAWATAN DAN PENGENDALIAN HAMA/PENYAKIT
   Berbagai hama penyakit yang timbul akan dapat di ketahui sedini mungkin, karena di lakukan proses pengamatan setiap dua mingguan atau bulanan. Jika di temukan hama dan penyakit tertentu akan di gunakan cara-cara yang paling aman sebagai berikut :
 Setelah semua kegiatan di atas di lakukan maka pada bulan ke enam sampai bulan ke dua belas kegiatan kita hanya tinggal memonitor perkembangan tanaman hingga panen. Hal yang paling penting adalah aplikasi pupuk cair buah baik secara siram maupun penyemprotan yang secara rutin di lakukan setiap bulan.


K. PANEN
 Setelah tanaman ubi kayu mencapai umur 11-12 bulan maka sudah bisa di panen dengan cara memangkas batang kemudian di kumpulkan untuk bahan tanam berikutnya, kemudian pangkal batang di cabut dan umbinya di kumpulkan sehinggal memudahkan dalam pengangkutan. Lalu ubi kayu segar di distribusikan ke pabrik-pabrik pengolah Tapioka, pakan ternak, pangan, mokaf atau Bioethanol.





L. PEMBIAYAAN
 Biaya yang di perlukan untuk mengelola usaha budidaya tanaman ubi kayu sambung batang BUSSI-01 ini meliputi biaya lahan dan operasional. Biaya lahan akan kemali utuh karena dalam bentuk sistem gadai untuk jangka waktu dua tahun (sesuai perjanjian). Sedangkan biaya operasional akan di tentukan sesuai dengan pengalaman pertama yang telah kami jalankan dan ikut harga pasar yang berjalan di masing-masing lokasi budi daya ubi kayu yang di jalankan. Pelaksana lapangan akan merekam pembiayaan yang di keluarkan sesuai dengan realisasi dan di dukung dengan kwitansi pengeluaran. Namun gambaran biaya 1 Hektar lahan di perlukan antara 24-26 juta/hektar.



M. PEMASARAN.
   Pemasaran ubi kayu segar khususnya untuk tujuan prosesing menjadi tapioka atau mokaf (modified cassava flour) sangatlah mudah. Pabrik pengelola telah menanti, bahkan para agen sudah banyak yang melakukan pembelian langsung ke lahan pekebun. Pabrik akan menerima kapan saja dan pada saat-saat ubi kayu melimpah, pabrik akan bekerja 24 jam. Dengan demikian tidak ada keraguan bagi pekebun ubi kayu dalam memasarkan hasil yang telah di dapatkan. 
Di samping pabrik, pekebun juga dapat mengelola sebagai gaplek sebagai bahan pangan dan juga industri pakan ternak. Jika dapat melakukan proses menjadi gaplek, maka nilai tambah akan di dapatkan lebih banyak.

N. KEUNTUNGAN USAHA
   Berdasrkan perhitungan yang ada dengan populasi tanaman per hektar mencapai 4500-5000 batang dengan rata-rata produksi perbatang 50Kg, akan di hasilkan ubi kayu segar sebanyak 225-250 ton dengan harga jual bersih Rp.750.-/Kg, maka di dapatkan hasil penjualan sebesar Rp.169.000.000.- s/d Rp.187.000.000.-.
Namun jika di rata-rata kan produksi perbatang 35Kg, akan di hasilkan uang sebesar Rp.118.000.000.- s/d Rp.131.000.000.-. Besar dan kecil nya produksi yang di hasilkan sangat tergantung pada perawatan yang di lakukan oleh pekebun.

Jika ingin bekerja sama dengan kami silahkan Lihat rinciannya di SINI 

8 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakaish sudah berkomentar, walau pun telah di hapus, kami mengutamakan Investor yg berdomisili di sumatra uatara dan sekitar nya, agar investor bisa memantau langsung,

      Hapus
  2. Nama saya SUNARDI dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    Untuk pemasarannya ke pabriknya dimana? karena lokasi kita jauh dan biaya tinggi
    Balas ke emyouboyek85@gmail.com

    BalasHapus
  3. Selamat Pagi..
    Saya di Belawan-Mdn. Berencana menanam Ubi Racun di daerah Porsea. Bgmn cara saya memesan bibitnya? Boleh saya dapat alamat dan nomor telp/Hp spy saya bisa langsung pesan ke kantor bapak. Mohon di info ke nmr saya : 08124455450 (Simon Siagian)
    Terimakasih

    BalasHapus
  4. Kami Butuh Kontrak jika hasil Panen kami bisa di terima ...dan gimana kalau dr jambi ,,,trims

    BalasHapus
  5. maksudnya kontrak gimana ya pak...??
    kalau bpk mau kerja sama dengan kami, kami mengelola tanaman UBI nya di daerah kami yaitu medan dan sekitarnya...!!

    BalasHapus
  6. apakah alamat nya ini masih ada? karena sudah saya cari tidak ada juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Msh pak, kalau udah sampe d jl.persatuan nya, tanya aja sama warga sekitar tempat pembibitan ubi, udah pada tau tuh pak

      Hapus